Rabu, 21 Desember 2011

KURIKULUM

RINGKASAN
1.      Pengertian
Pengertian Kurikulum :
      Dalam arti sempit
            Kurikulum adalah kumpulan mata pelajaran.
      Dalam arti luas
            Kurikulum adalah semua pengalaman belajar.
·         Menurut UUSPN 2003
            kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ø  Pengertian kurikulum menurut para ahli:

      Franklin Bobbt (1918)
Kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan individual anak didik
      Hollins Caswell (1935)
Kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju kedewasaan
      Ralph Tyler (1857)
Kurikulum adalah susunan pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan
      Robert Gagne (1967)
Kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya
      Michael Schiro (1978)
Kurikulum adalah sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan
2.      Landasan Kurikulum
* Landasan filosofi
* Landasan sosial budaya
* Landasan psikologis
* Landasan historis
 3. ciri-ciri Kurikulum
      Membantu pelajar mencapai perkembangan yang seimbang & menyeluruh berbagai disiplin ilmu, bertema & berkesinambungan merentasi bidang serta merangsang pemikiran.
      Mengintegrasikan pengetahuan, nilai, kemahiran.
      Menyediakan pelajar yang mampu menghadapi masa depan.
      Menyatakan dengan jelas hasil pembelajaran mengikut tahap kebolehan pelajar yang berbeda.
      Bersifat fleksibel: mengikut tahap dan kebolehan murid.
      Berpandukan nilai yaitu pemupukan akhlak.
      Berorientasikan praktis & berasaskan proses.

4.      Model Kurikulum 
·         Kurikulum subyek akademik
·         Kurikulum humanistik
·         Kurikulum Rekonstruksi sosial
·         Kurikulum teknologi
5.      Kedudukan Kurikulum
merupakan sentral atau jantung pendidikan karena merupakan suatu alat transfer materi yang sudah berlalu.




Ø  Kedudukan Kurikulum dalam pendidikan :
      Kedudukan sentral proses pendidikan.
      Kurikulum merupakan rancangan, memberikan pedoman, pegangan, tentang jenis, lingkup, urutan isi, serta proses pendidikan.
·         Kurikulum merupakan suatu bidang studi yang di tekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum yang menjadi sumber.
6.      Fungsi Kurikulum
a.       Fungsi bagi sekolah yang bersangkutan
Ø  Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Ø  Dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan disekolah.
Ø  fungsi bagi anggota sekolah :
                        - bagi guru
                        - bagi kepala sekolah
                        - bagi peserta didiknya
                        - bagi orangtua peserta didik
                        - bagi penulis buku ajar

b. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya
Kurikulum dapat berfungsi sebagai pengontrol atau pemelihara keseimbangan proses pendidikan.
c. Fungsi bagi masyarakat
            masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam rangka memperlancar program pendidikan , memberikan kritik  dan saran yang membangun penyempurnaan program pendidikan di sekolah.
Ø  Fungsi kurikulum menurut para ahli:
Menurut Alexander Inglish :
      The ajustive of adaptive function (Fungsi penyesuaian)
      The integrating function (Fungsi pengintegrasian)
      The differentiating function (fungsi diferensial)
      The prepaedetic function (fungsi persiapan)
      The selective function (fungsi pemilihan)
      The diagnostic function (Fungsi diagnostik)
Menurut Mc Neil:
      Fungsi pendidikan umum (common and general education)
      Suplementasi (supplementation)
      Eksplorasi (Exploration)
7.Skema KurikulumKeahlian (Spesialization)
·         Kurikulum 1975
·         Kurikulum 1984
·         Kurikulum 1994
·         Kurikulum 2004
8. Efektivitas Kurikulum
      Kurikulum dapat dikatakan efektif jika kurikulum dapat berinteraksi secara tepat dengan kompetensi atau kemampuan guru, sehingga dapat memaksimumkan efektivitas mengajar dan belajar.
      Tingkat ke efektifan kurikulum itu dapat di ketahui dengan menggunakan evaluasi kurikulum.

      Evaluasi kurikulum yang digunakan, yaitu:
            - evaluasi terhadap hasil atau produk kurikulum
  
            - evaluasi terhadap proses kurikulum
9. Komponen Kurikulum
      Komponen-komponen Kurikulum :
·         Komponen Tujuan
·         Komponen Isi
·         Komponen metode
·         Komponen Evaluasi
Ø  Komponen Tujuan
Merupakan arah atau sasaran yang hendak dituju dalam proses penyelenggaraan pendidikan.
Ø   Komponen Isi
Merupakan apa yang akan diajarkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar seperti yang dirumuskan pada tujuan.
Ø  Komponen Metode
Merupakan cara peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan.
                        Semua materi/isi kurikulum perlu disusun sebaik-baiknya.
                        Menurut Tyler, Kriteria pola organisasi kurikulum yg efektif adalah:
                        - berkesinambungan (continuity)
                        - berurutan (sequence)
Ø              Komponen Evaluasi
Merupakan cara untuk mengetahui apakah sasaran/tujuan yang dituju dapat tercapai/tidak.
            Evaluasi kurikulum harus dilakukan secara terus-menerus.
            Sehubungan dg itu, ditetapkan 2 sasaran utama dalam mengevaluasi yaitu:
                        * Evaluasi terhadap hasil kurikulum
                        * Evaluasi terhadap proses kurikulum
                        - keterpaduan (integration)
·         Pengertian kurikulum
1.      Kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor, misalnya kurikulum pelajaran sosial, kurikulum pendidikan fisika (Carter V. Good dalam Oliva, 191:6).
2.      2. Kurikulum adalah seluruh pengalaman siswa di bawah bimbingan guru ( Hollis L. Caswell and Doak S. Campbell dalam Oliva, 1991:6)
3. Kurikulum adalah sebagai sebuah perencanaan untuk memperbaiki seperangkat pembelajaran untuk seseorang agar menjadi terdidik (J. Galen Saylor, William M. Alexander, and arthur J. Lewis dalam Oliva 1991:6)

TEORI KURIKULUM
1. Franklin Bobbit : kehidupan manusia terbentuk oleh sejumlah kecakapan, diperoleh melalui pendidikan yakni penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, kebiasaan, apresiasi à TUJUAN Kurikulum. Keseluruhan tujuan & pengalaman menjadi bahan kajian teori kurikulum
2. 1920 : pengaruh pendidikan progresif berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak. Isi kurikulum didasarkan pada minat & kebutuhan siswa
3. Caswell : konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat à kurikulum interaktif yang menekankan pada partisipasi guru
4. 1947 : dirumuskan 3 tugas teori kurikulum :
      Identifikasi masalah yang muncul dalam pengembangan kurikulum
      Menghubungkan masalah dengan struktur yang mendukungnya
      Meramalkan pendekatan di masa yang akan datang

5. Ralph W Tyler : 4 pertanyaan pokok inti kajian kurikulum :
      Tujuan
      Pengalaman pendidikan
      Organisasi pengalaman
      Evaluasi
6. 1963 : Beauchamp : teori kurikulum berhubungan erat dengan teori-teori lain
7. Othanel Smith : sumbangan filsafat terhadap teori kurikulum (perumusan tujuan & penyusunan bahan)
8. Mc Donald (1964) : 4 sistem dalam persekolahan yakni kurikulum, pengajaran, mengajar, belajar
9. Beauchamp (1960 – 1965) : 6 komponen kurikulum sebagai bidang studi (1) landasan kurikulum, (2) isi kurikulum, (3) desain kurikulum, (4) rekayasa kurikulum, (5) evaluasi kurikulum, (6) penelitian dan pengembangan
10.  Mauritz Johnson (1967) : membedakan kurikulum (tujuan) dengan proses pengembangan  kurikulum. Pengalaman belajar merupakan bagian dari pengajaran
11.  Teori hilda taba ( 1962 ), terfokus pada proses berpikir, teori taba merupakan salah satu teori  ( dari beberapa teori ) yang telah terkonseptualkan secara penuh dalam bentukl deskriptif dengan cara membenarkan pengunaan teori kurikulum seperti model teori ralp tyler.
12. Teori B. F. Skinner ( 1953 ), teori ini berpendapat bahwa laki-laki merupakan suatu organisme pasif yang ditentukan oleh stimuli dan disuplai oleh lingkungan eksternal, ( science adn human behaviuor ( 1953 ).
Ø  FUNGSI TEORI KURIKULUM
Teori kurikulum merupakan suatu alat disiplin ilmu dengan menentukan orientasi ilmu tersebut, memberikan kerangka konseptual tentang cara mensistemasi, mengategorisasi dan mengadakan interelasikan data, fakta-fakta menjadi generalisasi empiris sistem generalisasi, meramalkan fakta-fakta, dan memperlihatkan kekurangan-kekurangan dalam pengetahuan manusia mengenai disiplin ilmu tersebut. Karenanya, hanya dengan teori kurikulum saja yang merupakan syarat mutlak mengembangkan kurikulum sebagai disiplin ilmu.
Teori kurikulum juga memiliki fungsi yang sangat krusial( penting) yang berhubungan dengan penyusunan, pengembangan, pembinaan, dan evaluasi kurikulum pada khususnya dan pendidikan pada umumnya.
Ø  MODEL-MODEL KURIKULUM
  1. Kurikulum Humanistik
Berdasarkan kurikulum humanistik Fungsi kurukulum menyiapkan peserta didik dengan berbagai pengalaman naluriah yang sangat berperan dalam perkembangan individu.
  1. Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial sangat memperhatikan hubungan kurikulum dengan sosial masyarakat dan politik perkembangan ekonomi. Percepatan kurikulum rekonstruksi sosial dapat terjadi ketika para orang tua dan masyarakat terlibat dalam mengajar dan berperan dalam pelayanan sosial.
  1. Kurikulum Teknologi
Perspektif teknologi sebagai kurikulum ditekankan pada efektivitas program metode dan material untuk mencapai suatu manfaat dan keberhasilan. Teknologi itu sendiri mempengaruhi kurikulum dalam dua cara, yaitu aplikasi dan teori
  1. Kurikulum Akademik
Kurikulum ini merupakan kurikulum yang menjadi dasar dalam dunia pendidikan saat ini
  1. Model Dinamik
Dalam model dinamik yang dikembangkan Walker dan Skilbeck proses kurikulum tidak mengikuti pola urutan(sequen) tertentu. Pengembangan kurikulum dimulai dengan unsur kurikulum apa pun dalam urutan atau susunan apapun
ü  Organisasi kurikulum
1)      Pemilihan dan Penentuan Isi Kurikulum
Isi kurikulum terdiri atas bahan-bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan. Para perencana kurikulum sering kali mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun dan merencanakan isi kurikulum
2)      Bentuk Organisasi Kurikulum
Dalam studi tentang kurikulum, dikenal beberapa bentuk organisasi kurikulum. Beberapa bentuk organisasi kurikulum tersebut di antaranya adalah:
§  Kurikulum mata pelajaran
§  Kurikulum dengan mata pelajaran berkolerasi
§  Kurikulum bidang studi
§  Kurikulum terintregasi
§  Kurikulum inti
3)      Perosedur Pengorganisasian Kurikulum
·         Perosedur Employee
·         Perosedur Buku Pelajaran
·         Prosedur survei pendapat  
·         Prosedur  Studi Kesalahan
·         Prosedur memepelajari kurikulum lainnya
·         prosedur analisis kegiatan  orang dewasa
·         prosedur fungsi fungsi sosial
·         Prosedur Minat dan Kebutuhan Remaja


4)      Implikasi penyusunan dan perbaikan kurikulum
·         Pada penyusun kurikulum perlu mempelajari secara seksama dan mendalam tentang dasar-dasar pembinaan dan pengembangan kurikulum.
·         Semua prosedur yang telah dikemukakan sebelumnya masing-masing mengandung sisi positif dan negatif.
·         Strukur kurikulum berdasarkan pada kebutuhan.

      Agar kurikulum dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi siswa dalam mempersiapkan diri untuk hidup didalam masayrakat, maka prinsip fleksblitas, rerevansi, adaptasi, serta efektivitas program perlu dikembangkan. Selai itu, diperlukan bimbingan dan penyuluhan secara efektif, sehingga hassil maksimal dan tercapai.
      Aspek-aspek kurikulum perlu ditelaah dan direncanakan kenbali, selain dengan berusaha memperbanyak penggunaan sumber materi yang lebih memadai.
Dalam pemilihan dan penyusunan kurikulum hendaknya diikutsertakan berbagai pihak yang berwenag
·         Landasan Pengembangan Kurikulum

  Secara umum keempat landasan yang akan dibahas dalam bahan belajar mandiri ini, yaitu :
1.      Landasan filosofis
2.      Landasan psikologis
3.      Landasan sosiologi
4.      Landasan ilmu pengetahuan dan teknologi
1.      Landasan Filosofis
Pengertian
Secara harfiah artinya “cinta akan kebijakan”. Artinya untuk mengerti dan berbuat secara bijak, ia harus memiliki pengetahuan yang diperoleh melalui proses berpikir , yaitu berpikir secara mendalam, logis, dan sistematis.
Socrates, filsafat adalah cara berpikir secara radikal, menyeluruh, dan mendalam. Plato, filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang kebenaran.
 Jadi, yang dimaksud landasan filosofis ialah pengembangan dalam dimensi makri maupun pengembangan dalam dimensi makro (pembelajaran) harus didasarkan pada asumsi-asumsi/landasan pikiran yang mendalam, logis, sistematis, dan menyeluruh
Landasan Filosofis
 Ada 4 Karakteristik
  1. Landasan filosofis pendidikan  Idealisme
  2. Landasan filosofis pendidikan Realisme
  3. Landasan filosofis pendidikan Fragmatis
  4.  Landasan filosofis pendidikan Nasional
2.      Landasan Psikologis
Pengertian
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan.
Oleh sebab itu dalam mengembangkan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik.
Terdapat 2 cabang psikologi dalam pengembangan kurikulum yaitu : psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
Landasan Psikologis
Cabang psikologi
1.       Perkembangan peserta didik dalam kurikulum
  Beberapa pandangan ahli tentang perkembangan anak antara lain :
- John Locke dalam teori Tabularasa, ia berpendapat anak dianggap sebagai kertas putih, dimana orang sekelilingnya dianggap dapat bebas menulis kertas tersebut.
- William Stern dalam aliran Konvergensi, aliran ini mengakui akan kodrat manusia  memiliki potensi sejak lahir, namun akan berkembang baik berkat pengaruh lingkungan
Landasan Psikologis
Cabang psikologi
2. Psikologi belajar
   Merupakan cabang ilmu yang mengkaji bagaimana individu belajar.
   Dikelompokkan ke dalam 3 rumpun yaitu : Teori Daya, Behaviorisme, Organismik.

3.      Landasan Sosiologis
  Pendidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insani menuju manusia yang berbudaya.Oleh karena itu kurikulum harus dikembangkan dengan didasarkan pada norma sosial atau budaya.
   Faktor sosiologis dapat dikaji menjadi 2 sisi:
            1. Kebudayaan .
            2. Masyarakat.
             
4. Landasan IPTEK
  Pendidikan dihadapkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat. Oleh karena itu, agar kurikulum dapat bertahan kuat , maka pengembangannya harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi pula.
   Disaat perkembangan produk iptek yang semakin canggih, tentu saja menuntut pengetahuan dan keterampilan serta kecakapan yang memadai bagi guru dan pelaksana program pendidik

A.    PENGEMBANGAN KURIKULUM
§  Definisi
Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik.
§   Pengertian pengembangan kurikulum menurut para ahli  :
            Taba 1962:
v  Kurikulum memuat:Pernyataan tujuan
v  Menunjukan pemilihan dan pengorganisasian, substansi, memanifestikan, pola belajar-mengajar
v  Memuat program penilaian hasil belajar
ü  Karakteristik dalam pengembangan kurikulum
§  Beauchamp mengemukakan 5 prinsip dalam pengembangan teori kurikulum ,yaitu (Ibrahim ,2006):
1.Setiap kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang mencakupnya.
2.  Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber yang menjadi titik tolaknya.
3. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskankarakteristik desain kurikulumnya.
4. Setiap teori kurikulum harus mengambarkan proses-proses penentuan kurikulum serta interaksi diantara proses tersebut.
5. Setiap teori kurikulum hendaknyamempersiapkan ruang untuk dilakukannya proses   penyempurnaan.

B.     LangkDipengaruhi oleh 4 langkah Tayler. Keempat langkah ini meliputi:
a)      Merumuskan tujuan pendidikan
b)     Menyusun pengalaman belajar
c)      Mengelola pengalaman belajar
d)     Menilai pembelajaran

C.    Pendekatan Pengembangan Kurikulum
ü  Model pendekatan pengembangan kurikulum ini meliputi:
1.Model Tyler
2.Model Taba
3.Model teknik saintifik
4.Model nonteknik-nonsaintifik
5.Model Pendidikan Berbaris Hasil Belajar (PBHB)
§  Pendekatan lain
1. Analisis kebudayaan Layton,dan
2. Posmodern
       D. Komponen Pengembangan Kurikulum
Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu:
(1)   tujuan;
(2)    materi;
(3)   strategi, pembelajaran;
(4)   organisasi kurikulum dan
(5)   evaluasi.
E.Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
            Ada 4 sumber prinsip pengembangan kurikulum:
  1. Data empiris(empirical data),
  2. Data eksperimen(exsperimen data),
  3. Cerita atau lagenda masyarakat,
  4. Akal sehat.
Prinsip pengembangan kurikulum di klasifikasikan menjadi 3 yaitu :
  • Anggapan kebenaran utuh/ menyeluruh
            ( whole truth)
  • Anggapan keberhasilan parsial ( partial truth)
  • Anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktiaan( hypothesis)
Prinsip-prinsip pengembagan kurikulum yaitu :
  1. Prinsip Relevasi
  2.  Prinsip fleksibilitas
  3.  Prinsip kontinuitas
  4.  Efektvitas
  5.  Efisiensi
Ø  Desain dan Perencanaan
Pengembangan Kurikulum
Desain pengembangan kurikulum :
Fred Percival dan Henry Ellington (1984) mengemukakan bahwa desain kurikulum adalah pengembangan proses perencanaan, validasi, implementasi dan evaluasi kurikulum.
Saylor mengajukan delapan prinsip sebagai acuan dalam mendesain kurikulum. Prinsip – prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1. Desain kurikulum harus memudahkan dan mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalaman belajar yang esensial bagi pencapaian prestasi belajar, sesuai dengan hasil yang diharapkan.
2. Desain memuat berbagai pengalaman belajar yang bermakna dalam rangka merealisasikan tujuan – tujuan pendidikan, khususnya bagi kelompok siswa yang belajar dnegna bimbingan guru.
3. Desain harus memungkinkan dan menyediakan peluang bagi guru untuk menggunakan prinsip – prinsip belajar dalam memilih, membimbing dan mengembangkan berbagai kegiatan belajar di sekolah.
4. Desain harus memungkinkan guru untuk menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan, kapasitas dan tingkat kematangan siswa.
5. Desain harus mendorong guru mempertimbangkan berbagai pengalaman belajar anak yang diperoleh di luar sekolah dan mengaitkannya dengan kegiatan belajar di sekolah.
6. Desain harus menyediakan pengalaman belajar yang berkesinambungan, agar kegiatan belajar siswa berkembang sejalan dengan pengalaman terdahulu dan terus berlanjut pada pengalaman berikutnya.
7. Kurikulum harus didesain agar dapat membantu siswa mengembangkan watak, kepribadian, pengalamann, dan nilai – nilai demokrasi yang menjiwai kultur; dan
8. Desain kurikulum harus realistis, layak, dan dapat diterima.
Ø  Para pengembangn kurikulum telah mengontruksi kurikulum menurut dasar – dasar pengkategorian berikut :
         Subject-centered design, yaitu desain yang berpusat pada mata pelajaran.
         Learner-centered design, yaitu desain yang berpusat pada pembelajaran; dan
         Problem-centered design, yaitu desain yang berpusat pada permasalahan.
         Komponen Pengembangan Kurikulum
Kerangka kerja pengembangan kurikulum bertujuan untuk membuat proses, implementasi dan pengawasan (monitoring) kurikulum agar lebih mudah dikelola.
         Kebijakan Umum dalam Kegiatan Belajar Mengajar
            Komponen utama dalam kerangka kerja pengembangan kurikulum adalah kebijakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Kebijakan didefinisikan sebagai pelatihan atau metode kegiatan yang telah dipilih (baik oleh lembaga, kelompok, atau secara individual) dari sekian alternatif yang ada, dan dalam kondisi yang diberikan untuk membantdapat diidentifikasi lima karakteristik kurikulum yang mudah diterima di sekolah, yaitu:
         Breadth
         Balance
         Relevance
         Differentiation
         Progression dan continuity
Program Kegiatan
         Strategi program kegiatan digunakan untuk memfasilitasi implementasi kebijakan dan monitoring. Tujuan dari program kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi implementasi oleh pengambil satu kebijakan dan membuatnya fokus pada seluruh tingkatan sekolah selama periode kegiatan belajar.
Rencana Pengembangan Sekolah
         Pada bagan di gambar 15.1 terdapat hubungan antara kebijakan untuk belajar-mengajar, program kegiatan, dan rencana pengembangan sekolah, yang merupakan salah satu prioritas utama. Oleh karena itu, diharapkan adanya program kegiatan yang berkenaan dengan kebutuhan perencanaan pengembangan sekolah.






§  Organisasi dan Struktur Kurikulum
Ø  PERENCANAAN KURIKULUM
Perancanaan Kurikulum adalah suatu proses membuat keputusan tentang tujuan belajar yang melalui situasi belajar mengajar untuk mencapai tujuan. Serta penelaahan keefektifan dan kebermaknaan metode tersebut.
ü  Prinsip – prinsip perencanaan kurikulum
         Prinsip 1
Perncanaan kurikulum berkenaan dengan pengalaman – pengalaman para siswa.
         Prinsip 2
Perencanaan kurikulum dibuat berdasarkan berbagai keputusan tentang konten dan proses.
         Prinsip 3
Perencanaan kurikulum mengandung keputusan – keputusan tentang berbagai isu dan topik.
         Prinsip 4
            Perencanaan kurikulum melibatkan banyak kelompok.
         Prinsip 5
            Perencanaan kurikulum dilaksanakan pada berbagai tingkatan atau level.
         Prinsip 6
            Perencanaan kurikulum adalah sebuah proses yang berkelanjutan.
ü  Karakteristik perencanaan kurikulum
         Perencanaan kurikulum harus berdasarkan  beberapa konsep yang jelas tentang berbagai hal yang menjadikan kehidupan menjadi lebih baik.
         Perencanaan kurikulum harus dibuat dalam kerangka kerja yang kompehensif, yang mempertimbangkan dan mengordinasi unsure esensial belajar mengajar efektif.
         Perencanaan kurikulum harus bersifat reaktif dan antisipasif.
         Tujuan – tujuan pendidikan harus meliputi rentang yang luas akan kebutuhan dan minat yang berkenaan dengan individu dan masyarakat.
         Rumusan berbagai tujuan pendekatan harus diperjelas dengan rumusan ilustrasi konkret agar dapat digunakan dalam pengembangan rencana kurikulum yang spesifik.
         Masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengetahui berbagai hal yang ditujukan bagi anak mereka melalui rumusan tujuan pendidikan.
         Pendidik berhak dan bertanggung jawab mengidentifikasikan program sekolah yang akan mengajarkan siswa untuk mencapai tujuan.
         Dikerjakan bersama – sama untuk mencapai perencanaan dan pengembangan kurikulum  yang paling efektif.
         Perencanaan kurikulum harus memuat artikulasi program sekolah dan siswa pada setiap jenjang dan tingkatan
         Program sekolah harus dirancang untuk mengkondinasikan semua unsure dalam kurikulum kerangka kerja pendidikan.
         Tiap sekolah mengembangkan dan memperhalus struktur organisasi yang memfasilitasi studi masalah kuriklum dan mensponsori kegiatan perbaikan kurikulum
         Perlunya penelitian tindakan dan evaluasi,
         Partisipasi kooperatif harus dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan perencanaan kurikulum
         harus diadakan evaluasi secara kontinu terhadap semua aspek pembuatan keputusan kurikulum,
·         berbagai jenjang sekolah, dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi, hendakya merespon dan mengakomodasi perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan siswa
C. Kerangka Kerja Perencanaan Kurikulum
         Dalam perencanaan kurikulum, diperlukan adanya kerangka kerja umum, agar perencanaan kurikulum tersebut tersusun secara sistematis dan terorganisasi.
         Kerangka kerja (frame work) ini mencakup model, ide, dan harapan sebuah perencanaan kurikulum.
         Berdasarkan pemikiran dan teori Tyler (1950), Henrick (1950), Edward King (1950, 1957), dan Robert Harnack (1968), kerangka kerja perencanaan kurikulum dapat diuraikan sebagai berikut :

         1. Fondasi
Pendidikan berdasarkan tiga daerah fondasi yang luas, yaitu filsafat, sisiologi dan psikologi, yang berhubungan dengan kebutuhan individu maupu masyarakat.
2.         Tujuan (Goals)
Area yang paling luas dari kerangka kerja kurikulum adalah definisi tujuan pendidikan secara menyeluruh. Berdasarkan tiga fondasi tadi, tujuan umum (goals) menyajikan tujuan (purpose) yang dikembangkan pada berbagai jenjang wilayah (nasional, propinsi, kabupaten atau kotamadya dan masyarakat luas).
            3.         General  Objectives
Tujuan umum  menyajikan berbagai tujuan yang mengalihkan kegiatan belajar mengajar sejalan dengan tingkat perkembangan siswa (dari anak-anak sampai dewasa) sehingga program pendidikan pun sejalan dengan tingkat perkembangan siswa tersebut.
4.      Decision Screen
Guru atau pihak perencana kurikulum perlu mempertimbangkan lima daerah yang akan mempengaruhi keputusan (decision) mereka, yaitu :
         Karakteristik siswa yang menggunakan kurikulum tersebut;
         Refleksi prinsip - prinsip belajar;
         Sumber - sumber umum penunjang;
         Jenis pendekatan kurikulum (terpisah, terkorelasi, dan sebagainya); dan
         Pengorganisasian pengelolaan disiplin spesifik yang digunakan dalam perencanaan situasi belajar- mengajar.
5.      Komponen Perencanaan Kurikulum
Komponen ini terdiri atas :
         Perumusan tujuan belajar atau hasil tujuan yang digunakan;
         Konten yang terdiri atas fakta, dan konsep yang berhubungan dengan tujuan;
         Kegiatan yang mungkin digunakan untuk melaksanakan tujuan;
         Sumber - sumber yang mungkin digunakan untuk mencapai tujuan; dan
         Alat pengukuran untuk menentukan derajat pencapaian tujuan.
D. Komponen Perencanaan Kurikulum
        Secara umum, dalam perencanaan kurikulum harus dipertimbangkan kebutuhan masyarakat, karakteristik pembelajar, dan lingkup pengetahuan menurut hierarki keilmuan (Taba dalam Saylor, et al., 1981).
1. Tujuan
Perumusan tujuan belajar diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat, dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosisal, budaya dan alam sekitarnya.
      Implikasi tujuan (objective) adalah sebagai berikut:
         Suatu pengertian tentang arah (sasaran) bagi setiap orang yang tertarik dengan proses pendidikan, seperti siswa, guru, administrator, orang tua, penilik, pengawas, dan sebagainya.
         Basis perencanaan kurikulum yang rasional dan logis; dan
         Memberikan suatu basis untuk penilaian siswa.
2. Konten
merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yang meliputi bahan kajian dan mata pelajaran.
      terdapat kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan isi kurikulum ini, yaitu :
         Signifikans
         Validitas
         Relevansi
         Utility atau kegunaan (daya guna),
         Learnability atau kemampuan untuk dipelajari
         Minat,

3.  Aktivitas Belajar
Aktivitas belajar dapat didefinisikan sebagai berbagai aktivitas yang diberikan pada pembelajar dalam situasi belajar mengajar.
Berkaitan dengan aktivitas belajar, harus diperhatikan pula strategi belajar mengaar yang efektif, yang dapat dikelompokkan sebagai berikut :
         Pengajaran expository
         Pengajaran interaktif
         Pengajaran atau diskusi kelompok kecil
         Pengajaran inquiry atau pemecahan masalah

4. Sumber
Sumber atau resources yang dapat di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut antara lain adalah
         Buku dan bahan ajar tercetak
         Perangkat lunak kopmputer
         Film dan kaset video
         Kaset
         Televisi dan proyektor
         CD ROM interaktif dan masih banyak lagi
5. evaluasi
Evaluasi atau penilaian dilakukan secara bertahap, berkesinambungan, dan bersifat terbuka.
dalam evaluasi kurikulum ini terdapat prosedur yang harus diikuti, yang meliputi 7 langkah berurutan yang berhubungan secara integral, yaitu:
         Penanda evaluasi, sebagai pemecahan terhadap konteks
         Spesifikasi tugas, yang menggambarkan cakupan evaluasi
         Desain evaluasi, sebagai penyusunan perencanaan untuk melakukan evaluasi
         Pengumpulan data untuk memperoleh data, baik dari sumber data yang ada maupun menggunakan teknik yang di rancang dalam tahapan desain
         Analisis data, sebagai analisis, sintesis, dan interpretasi data seperti yang diatur dalam tahapan desain
         Kesimpulan untuk mempersiapkan kesimpulan yang didasarkan pada hasil dan persiapan laporan
         Menhadirkan kesimpulan dan rekomendasi pada audience.

A.    Definisi
Dalam Oxford Adavance Learner’s dictionary dikemukakan bahwa implementasi adalah “put something into affect” atau penerapan sesuatu yang memberikan efek. Implementasi kurikulum juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis dalam bentuk pembelajaran.
Menurut miller dan Seller implementasi kurikulum merupakan suatu penerapan konsep, ide, program, atau tatanan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran atau berbagai aktivitas baru, sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah.
Dari pengertian diatas dapat di simpulkan implementasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya.

1.      tahap- tahap implementasi kurikulum
Ø  Implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu:
1.      Pengembangan program
2.      Pelaksanaan pembelajaran
3.      Evaluasi
2.      faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum
Ø  Di pengaruhi ada tiga faktor yaitu :
a.       Karakteristik kurikulum
b.      Strategi implementasi
c.       Karakteristik pengguna kurikulum
Marsh (1980) mengemukakan ada tiga faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum, yaitu :
- dukungan kepala sekolah
- dukungan rekan sejawat
- dukungan internal didalam kelas
3.      prinsip-prinsip implementasi kurikulum
a)      Perolehan kesempatan yang sama
b)      Berpusat pada anak
c)      Pendekatan dan kemitraan
d)     Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan
4.      unsur-unsur implementasi kurikulum
a.       Pelaksanaan kurikulum
b.      Bahasa pengantar
c.       Hari belajar
d.      Kegiatan kurikulum
e.       Tenaga kependidikan
f.       Sarana dan prasarana pendidikan
g.      Remedial, pengayaan dan percepatan belajar
h.      Bimbingan dan konseling
i.        Pengembangan atau penyusunan silabus
j.        Pengelolaan kurikulum
k.      Sekolah bertaraf internasional
5.      Komponen-komponen rencana implementasi kurikulum
a.       Studi program baru
b.    Identifikasi sumber daya meliputi tiga area yaitu :
      1. buku text dan bahan pengajaran
      2. sumber daya manusia
      3. sumber daya pendanaan(biaya)
c. Penetapan peran
d. Pengembangan profesional
e. Penjadwalan
f. Sistem komunikasi
g. Pelaksanaan monitoring
       
B.     Deskripsi Alternatif  Model Implementasi Kurikulum
Ada beberapa hal penting untuk menerapkan model pengembangan implementasi manajemen strategi ini :
1.      Implementasi kurikulum di pandanag sebagai sistem
2.      Masing-masing komponen proses terdapat komponen-komponen lain yang membentuk komponen tersebut.
3.      Setiap tahap atau fungsi pengelelolaan kurikulum juga terdapat tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
4.      Setiap kegiatan selalu diperhatikan keadaaan faktor internal dan eksternalnya.
5.      Tujuan pada setiap tahapan proses implementasi di tujukan untuk memperbaiki kondisi pelaksaaan.
1.      Tahap perencanaan implementasi
Tahap ini bertujuan untuk menguraikan visi dan misi atau mengembangkan tujuan implementasi yang ingin dicapai. Usaha ini mempertimbangkan metode (teknik), sarana dan prasarana pencapaian yang akan digunakan, waktu yang dibutuhkan, besar anggaran, personalia yang terlibat, dan sistem evaluasi, dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai beserta situasi, kondisi, serta faktor internal dan eksternal
Tahapan proses pembuatan keputusan :
a. identifikasi masalah
b. pengembangan setiap alternatif metode, evaluasi, personalia, anggaran dan waktu.
c. evaluasi setiap alternatif tersebut
d. penentuan alternatif yang paling baik.

Proses evaluasi atau pemilihan alternatif tersebut dilakukan melalui teknik analisis SWOT (streng, weakness, opportunity, dan threat).

Hasil nyata dari tahap ini adalah blue print (cetak biru) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan.
2.      Tahap pelaksanaan implementasi
Tujuan : melaksanakan blue print yang telah disusun dalam fase perencanaan, dengan menggunakan sejumlah teknik dan sumber daya yang ada dan telah ditentukan pada tahap perencanaan sebelumnya.
Pelaksanaan dilakukan oleh suatu tim terpadu, menurut departemen/seksi masing-masing atau gabungan, bergantung pada perencanaan sebelumnya.
Hasil dari pekerjaan ini adalah tercapainya tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penerapan kurikulum.
3.      Tahap evaluasi implementasi
Tahap ini bertujuan untuk melihat dua hal, yaitu :
1.      Melihat proses pelaksanaan yang sedang berjalan sebagi fungsi kontrol.
2.      Melihat hasil akhir yang dicapai
A.    Definisi kurikulum
Menurut Morrison, evaluasi adalah perbuatan
pertimbangan berdasarkan seperangkat criteria
yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan.
Buku the school curriculum, evaluasi dinyatakan
sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis
data secara sistematis, yang bertujuan membantu
pendidik memahami dan menilai suatu kurikulum,
memperbaiki metode pendidkan.
Buku curriculum planning and development,
bahwa evaluasi proses untuk menilai kinerja
pelaksanaan suatu kurikulum. Didalamnya
terdapat tiga makna yaitu :
  1. Evaluasi tidak akan terjadi kecuali telah mengetahui tujuan yang akan dicapai.
  2. Untuk mencapai harus diperiksa hal yang telah sedang dilakukan.
  3. Evaluasi harus mengambil kesimpulan berdasarkan kriteria tertentu.

B.     Berbagai aspek evaluasi kurikulum
1.      Keterkaitan antara evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum
§  Evaluasi kurikulum dan sistem kurikulum
§  Evaluasi kurikulum dan pengembangan kurikulum

Untuk mengembangkan fungsi dan makna  evaluasi kurikulum ada empat keadaan yang harus dihindari, adalah:
§  Apabila dalam desain kurikulum sama sekali tidak terdapat rancangan evaluasi, ini tidak perlu dilaksanakan
§  Apabila dalam proses evaluasi terjadi penyimpangan tujuan evaluasi
§  Evaluasi sering digunakan sebagai alat peserta didik, yang justru sebenarnya harus menimbulkan kepercayaan diri pada peserta didik
2. Prinsip evaluasi kurikulum
  • Tujuan tertentu
  • Bersifat objektif
  • Bersifat komprehensif
  • Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan
  • Efisien
  • berkesinambungan
3.Jenis strategi evaluasi
Strategi evaluasi dikembangkan berdasarkan asumsi-asumsi berikut :
§  Mutu program bergantung pada mutu keputusan yang dibuat
§  Mutu keputusan bergantung pada kemampuan manajer untuk mengidentifikasikan berbagi alternatif yang terdapat dalam berbagai Dalam pembuatan keputusan yang seksama, dibutuhkan informasi yang tepat dan dapat dipercaya
§  Pengadaan informasi tersebut memerlukan alat yang sistematis
§  Proses pengadaan informasi bagi pembuatan keputusan erta hubungannya dengan konsep evaluasi yang digunakan
§  Dengan hal ini, empat jenis keputusan yang
§  perlu dipertimbangkan dalam menilai suatu
§  program yaitu :
§  situasi keputusan, melalui berbagai pertimbangan yang seksama
§  Dalam pembuatan keputusan yang seksama, dibutuhkan informasi yang tepat dan dapat dipercaya
§  Pengadaan informasi tersebut memerlukan alat yang sistematis
§  Proses pengadaan informasi bagi pembuatan keputusan erta hubungannya dengan konsep evaluasi yang digunakan
Dengan hal ini, empat jenis keputusan yang
perlu dipertimbangkan dalam menilai suatu
program yaitu :
  • Keputusan perencanaan yang ditujukan bagi perbaikan yang dibutuhkan pada daerah tertentu.
  • Keputusan pemograman khusus yang berkenaan prosedur, personal, fasilitas, anggaran biaya, dan tuntutan waktu dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan
  • Keputusan pelaksanaan (implementasi) dalam mengarahkan kegiatan yang telah diprogram
  • Keputusan program perbaikan yang meliputi berbagai kegiatan perubahan, penerusan, terminasi, dan sebagainya.
Jenis keputusan diatas,empat jenis strategi evaluasi:
  • Penentuan lingkungan tempat terjadinya perubahan, terdapat berbagai kebutuhan yang tidak atau belum terpenuhi.
  • Pengenalan dan penilaian terhadap berbagai kemampuan (capabilities) yang relevan.
  • Pendekatan dan prediksi hambatan yang mungkin terjadi dalam desain prosedural atau implementasi sepanjang tahap pelaksanaan program
  • Penentuan keefektifan proyek yang telah dilaksanakn, mealaui pengukuran dan penafsiran
4.      Prosedur strategi evaluasi
·         Evaluasi kebutuhan dan feasibility
·         Evaluasi masukan (input)
·         Evaluasi proses
·         Evaluasi produk
5.      Komponen desain evaluasi
·         Penentuan garis besar evaluasi
·         Pengumpulan informasi
·         Organisasi informasi
·         Analisis informasi
·         Pelaporan informasi
·         Administrasi evaluasi
6.      Proses evaluasi kurikulum
Salah satu contoh model yang sering digunakan
adalah desain tujuan.evaluasi ini terdiri ataslangkah-langkah :Pelaksanaan evaluasi internal      rancangan
revisi      pendapat ahli      komentar yang dapat
dipercaya      model kurikulum
7.      Rencana evaluasi kurikulum
8.      Evaluasi ini tidak hanya menggunakan satu atau
metode saja, mealainkan menggunakan berbagai
metode evaluasi secara terpadu. Evaluasinya
bersifat terbuka. Metode evaluasi dianggap cocok
jika dapat menghasilkan data yang diperlukan untuk
mencapai tujuan pendidikan. Evaluasi yang lengkap
meliputi cara pengumpulan dan pengolahan data,
analisis terpadu, dan laporan kesimpulan evaluasi.
Ø  Rekonstruksi kurikulum
1.      Rumusan tujuan pendidikan pada tingkat institusional (jenjang pendidikan) sebagai tolak ukur standard pendidikan nasional 
2.      penyusunan struktur program kurikulum lembaga pendidikan
3.       Penyusuna garis besar program pengajaran
§  Esensial
§  Fundamental
§  Feasible
§  Strategis
§  ekonomis
4. Karakteristik, sistem evaluasi, dan infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang terlaksananya kurikulum yang relevan dengan fungsi pembudayaan lembaga pendidikn.
§  Karakteristik kurikulum yang relevan
§  Sistem evaluasi yang relevan dengan terlaksananya kurikulum yang memenuhi syarat komprehensif, terus-menerus dan obyektif.
5.Infrastruktur pendukung yang diperlukan
 suatu kurikulum yang memenuhi syarat dan didukung oleh sistem evaluasi yang relevan bila setiap lembaga pendidikan dilengkapi dengan:
§  Tenaga guru dan tenaga pendidikan lainnya yang dapat bekerja sepenuhnya disuatu sekolah dengan ruang kerja dan fasilitas buku yang lengkap dan jaminan kesejahteraan yang memungkinkan dirinya tidak perlu mencari penghasilan ditempat lain.
§  Tidak hanya ruang kelas tetapi perpustakaan yang lengkap, lapangan olahraga, ruang musik dan olahraga, serta ruang kerja guru dan tenaga pendidikan lainnya.
§  Dana pendidikan yang memungkinkan kepada sekolah melaksanakan school based quality improvement.
Ø  KURIKULUM
Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Ø  KTSP
      KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
      KTSP terdiri atas:
     Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan
     Struktur dan muatan KTSP
     Kalender pendidikan
     Silabus
Ø  Konsep Dasar KTSP
      KTSP disusun dan dikembangkan
berdasarkan  UU No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1) dan
      Menurut Mulyasa :
- dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
-          Sekolah dan komite sekolah mengembangkan KTSP dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar Kurikulum dan Standar Kompetensi lulusan, dibawah sepervisi dinas pendidikan kabupaten/kota, dan Departemen Agama yang bertanggungjawab dibidang pendidikan
-          dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
Ø  Tujuan KTSP
untuk mendirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara parsipatif dan pengembangan kurikulum.
Landasan & Acuan Penyusunan & Pengembangan KTSP
      UU No. 20 Tahun 2003 à SISDIKNAS
      PP No. 19 Tahun 2005 à SNP
      Permen No. 22 Tahun 2006 à SI
      Permen No. 23 Tahun 2006 à SKL
      BSNP à Panduan Penyusunan KTSP
      Pertimbangan Komite Sekolah
Prinsip Pengembangan KTSP
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  2. Beragam dan terpadu
  3. Tanggap perkembangan IPTEKS
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan
  6. Belajar sepanjang hayat (life long learning)
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Ø  KOMPONEN KTSP
Ø  TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATDIK
Ø  STUKTUR & MUATAN KTSP
o   Mata pelajaran
o   Muatan lokal
o   Kegiatan pengembangan diri
o   Pengaturan beban belajar
o   Ketuntasan belajar
o   Kenaikan kelas & kelulusan
o   Penjurusan
o   Pendidikan kecakapan hidup
o   Pendidikan berbasis keunggulan lokal & global
Ø  KALENDER PENDIDIKAN
Pengembangan SILABUS
Silabus à RENCANA PEMBELAJARAN pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup:

     standar kompetensi
     kompetensi dasar
     materi pokok/pembelajaran
     kegiatan pembelajaran
     indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian
     alokasi waktu
     sumber belajar.
Prinsip PENGEMBANGAN SILABUS
      Prinsip Ilmiah
Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan
      Prinsip Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
      Prinsip Sistematis
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi
      Prinsip Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
      Prinsip Memadai
     Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
      Prinsip Aktual & Kontekstual
     Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi
      Prinsip Fleksibel
     Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat
      Prinsip Menyeluruh
     Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor)
·         Langkah-langkah
Penyusunan SILABUS
Ø  Mengkaji Standar Kompetensi (SK) & Kompetensi Dasar (KD)
Ø  Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran
Ø  Mengembangkan kegiatan pembelajaran
Ø  Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
Ø  Menentukan jenis penilaian
Ø  Menentukan alokasi waktu
Ø  Menentukan sumber belajar
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
1.      Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
     urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak selalu harus sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi;
     keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
     keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.


2. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
            Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar/subkompetensi dengan mempertimbangkan:
     potensi peserta didik;
     tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik ;
     kebermanfaatan bagi peserta didik;
     struktur keilmuan;
     aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran;
     relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, khususnya dunia kerja;
     alokasi waktu.
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
     Pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
     Bervariasi dan berpusat pada peserta didik, memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. 
     Memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
     Memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar/subkompetensi.
     Sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
     Minimal mengandung dua unsur: kegiatan siswa dan materi.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (Kriteria Kinerja)
     Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
     Indikator dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
     Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

5. Menentukan Jenis Penilaian
     Berdasarkan indikator.
     Tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, projek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
     Sistematis dan berkesinambungan tentang proses dan hasil belajar.
     Mengukur pencapaian kompetensi.
     Menggunakan acuan kriteria (PAP).
     Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan.
Contoh Model Silabus
·         Dua format silabus:
     JENIS KOLOM
     JENIS URAIAN
·         Dalam menyusun format urutan KD, urutan pemempatan materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, dst. dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan, sejauh tidak mengurangi komponen-komponen
Contoh Silabus FORMAT URAIANdalam silabus.
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
  1. Standar Kompetensi
  2. Kompetensi Dasar
  3. Materi Pokok/Pembelajaran
  4. Kegiatan Pembelajaran
  5. Indikator
  6. Penilaian
  7. Alokasi Waktu
  8. Sumber Belajar
KAMUS:
§  Esensial
§  Fundamental
§  Feasible
§  Strategis
§  ekonomis
§  Signifikans
§  Validitas
§  Relevansi
§  Utility atau kegunaan (daya guna),
§  Learnability atau kemampuan untuk dipelajari
§  Efisien
§  Minat
§  Bersifat objektif
§  Organisasi informasi
§  Analisis informasi
§  Pelaporan informasi
§  Kegiatan pengembangan diri
§  Pengaturan beban belajar
§  Ketuntasan belajar
§  Kenaikan kelas & kelulusan
§  Penjurusan
§  Pendidikan kecakapan hidup
§  Pendidikan berbasis keunggulan lokal & global

§  Pelaksanaan monitoring
§  Penetapan peran
§  Pengembangan profesional
§  Pengajaran interaktif
         Breadth
         Balance
         Relevance
         Differentiation
         Progression dan continuity
         Prinsip Relevasi
          Prinsip fleksibilitas
          Prinsip kontinuitas
          Efektvitas
 Efisiensi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar